Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa KKN Reguler UINSI Samarinda 2025 Gelar Pelatihan Sabun Ramah Lingkungan untuk Warga.

Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa KKN Reguler UINSI Samarinda 2025 Gelar Pelatihan Sabun Ramah Lingkungan untuk Warga.

Sapaborneo.id – Samarinda, Juli 2025
Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2025. Bertempat di Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, para mahasiswa dari berbagai jurusan turun langsung ke tengah masyarakat untuk membagikan ilmu dan keterampilan praktis yang bermanfaat, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cuci piring dari biang sabun.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang diselenggarakan setiap tahun oleh UINSI Samarinda. Melalui program ini, mahasiswa ditugaskan untuk tinggal dan berbaur dengan warga di daerah tertentu, dengan tujuan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah ke dalam kegiatan-kegiatan sosial, edukatif, dan solutif yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.

Tahun 2025 ini, KKN Reguler UINSI mengangkat tema besar “Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Menuju Kemandirian Sosial dan Ekonomi Berkelanjutan.”
Kelompok KKN yang ditempatkan di Kelurahan Sindang Sari beranggotakan mahasiswa lintas prodi yang menggabungkan kemampuan keilmuan dan keterampilan praktis untuk menyusun berbagai program kerja berbasis kebutuhan warga setempat.

Salah satu kegiatan unggulan yang berhasil menarik perhatian warga Sindang Sari adalah sosialisasi pembuatan sabun cuci piring dari biang sabun. Kegiatan ini dilaksanakan di balai warga dengan melibatkan puluhan ibu rumah tangga serta remaja karang taruna yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan.

Dalam penjelasannya, para mahasiswa memaparkan bahwa biang sabun adalah sabun dalam bentuk konsentrat padat atau kental yang dapat dicampur dengan air untuk menjadi sabun cair siap pakai. Selain digunakan untuk mencuci piring, biang sabun juga dapat dikreasikan menjadi:

  • Sabun cuci tangan
  • Sabun cuci pakaian
  • Pembersih serbaguna untuk rumah tangga
  • Produk pembersih untuk keperluan usaha kecil

Produk ini dinilai lebih hemat, lebih mudah dibuat, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan sabun komersial yang mengandung zat kimia keras.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi kami kepada masyarakat. Kami ingin menyampaikan bahwa kemandirian itu bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti membuat produk kebersihan sendiri yang hemat dan aman,” ujar Koordinator Kelompok KKN Sindang Sari saat memberikan sambutan.

Respons positif datang dari warga yang merasa kegiatan ini sangat bermanfaat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. Mereka mengapresiasi semangat dan keterampilan mahasiswa yang tidak hanya mengedukasi, tapi juga mendorong praktik langsung agar masyarakat bisa memproduksi sabun sendiri di rumah.

“Kami senang anak-anak KKN ini datang dengan kegiatan yang praktis dan langsung bisa diterapkan. Apalagi ini bisa bantu kami menghemat belanja rumah tangga,” tutur seorang ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan.

Tak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran berharga bagi para mahasiswa. Mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, mengasah keterampilan komunikasi, dan memahami secara langsung dinamika sosial di lapangan.

Program KKN Reguler UINSI Samarinda tidak berakhir sebatas kegiatan satu arah. Mahasiswa juga mendorong adanya keberlanjutan melalui pelatihan lanjutan, dokumentasi video, dan lembar panduan pembuatan sabun yang dibagikan kepada warga agar tetap dapat dipraktikkan setelah masa KKN berakhir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UINSI Samarinda menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk agen perubahan yang peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan hadirnya Program KKN Reguler di tengah masyarakat, diharapkan akan tumbuh budaya kolaborasi yang erat antara kampus dan warga, serta terbangunnya kemandirian sosial-ekonomi yang kuat, mulai dari tingkat keluarga.

kontributor : dav (im)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *