Bira- Sapaborneo.id – 12 Agustus 2025 – Semangat memajukan desa dan mengangkat potensi lokal datang dari seorang mahasiswa asal Kalimantan Timur, Dewa Ayu Eka Natalia Pratiwi, yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 114, ia bersama rekan-rekannya menghadirkan inovasi digital bertajuk “Jelajah Bira: Wisata dan UMKM”.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap masih minimnya media promosi yang terintegrasi untuk pariwisata dan produk unggulan Desa Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Padahal, Bira dikenal luas dengan pantai pasir putihnya, air laut yang jernih, budaya maritim yang kaya, serta kuliner dan kerajinan khas yang memiliki daya tarik tinggi.

Melalui Jelajah Bira, tim KKN Tematik 114 berupaya menghadirkan platform digital terpadu yang memuat informasi lengkap destinasi wisata, sejarah, budaya, hingga fasilitas yang ada di Desa Bira. Website ini tidak hanya menyajikan data dalam bentuk teks dan foto, tetapi juga memperkaya pengalaman pengguna dengan video guide dan audio guide sehingga wisatawan bisa merasakan sensasi tur virtual sebelum berkunjung.
Salah satu terobosan yang menarik adalah pemasangan QR code di setiap titik wisata. Dengan teknologi ini, pengunjung cukup memindai kode menggunakan ponsel untuk langsung terhubung ke halaman informasi lengkap di website. Fitur ini diharapkan mampu membantu wisatawan memperoleh panduan yang akurat dan cepat, sekaligus menambah kenyamanan dalam menjelajahi Bira.
Tidak berhenti di sektor pariwisata, Jelajah Bira juga memberikan perhatian khusus pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tim KKN menyiapkan katalog digital berisi beragam produk lokal, mulai dari kuliner khas seperti ikan bakar dan kue tradisional, hingga kerajinan tangan seperti kain tenun tradisional yang sarat nilai budaya. Seluruh produk ini nantinya akan diintegrasikan ke platform e-commerce, sehingga wisatawan atau pembeli dari luar daerah dapat melakukan transaksi secara daring tanpa harus datang langsung ke lokasi.
“Kami berharap Jelajah Bira dapat menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus mendukung proses digitalisasi desa. Dengan teknologi ini, informasi wisata dan UMKM dapat diakses dengan mudah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dewa Ayu Eka Natalia Pratiwi, mahasiswa pengembang platform Jelajah Bira.
Pengembangan platform dilakukan melalui beberapa tahapan strategis, dimulai dari desain antarmuka yang ramah pengguna, pembuatan konten multimedia yang menarik, hingga pengintegrasian sistem penjualan daring. Tim KKN juga menggandeng pelaku UMKM dan tokoh masyarakat untuk memastikan data dan informasi yang disajikan akurat serta relevan.
Kepala Desa Bira menyambut baik inisiatif ini dan berharap program tersebut menjadi awal dari transformasi digital di desanya. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN Unhas yang telah membantu mempromosikan potensi desa kami. Semoga Jelajah Bira dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan penjualan produk lokal,” ujarnya.
Jika berjalan sesuai rencana, Jelajah Bira akan diluncurkan secara resmi dalam beberapa pekan ke depan. Keberadaannya diharapkan bukan hanya memperkenalkan Bira ke khalayak luas, tetapi juga menjadikannya sebagai ikon desa wisata berbasis digital di Sulawesi Selatan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa, Jelajah Bira menjadi bukti nyata bahwa inovasi anak muda dapat menjadi pendorong kemajuan daerah, menghubungkan keindahan alam dengan peluang ekonomi, serta mengangkat nama Desa Bira ke peta wisata dunia.
kontributor : dav

